Bagaimana jika mahasiswa dalam membaca kurang?
Kenyataan ada sisi buruk terdapat pada diri
mahasiswa kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa. Tidak banyak juga
mahasiswa lebih banyak menggunakan teknologi internet dibandingkan dengan
membaca buku, padahal faktanya membaca buku atau literatur sumber
referensi yang sangat penting bagi mahasiswa. Sayangnya, minat baca mahasiswa
saat ini terlihat sangat minim. Perkembangan teknologi informasi membuat
mahasiswa lebih sering mencari informasi dari internet dibanding dengan membaca
buku.
Mahasiswa
sekarang umumnya lebih cenderung diperalat oleh teknologi. Memang tidak bisa
dipungkiri bahwa internet jauh lebih canggih dan mampu jauh lebih cepat
menangkap informasi dibandingkan dengan mencari buku. Namun pernyataan seperti
ini justru membuat mahasiswa menjadi malas untuk mencari buku karena media
teknologi jauh lebih berperan dibandingkan pengaruh lingkungan. Perkembangan
teknologi seperti internet memudahkan siapa saja mengakses informasi. Mahasiswa
tidak perlu repot-repot membaca koran atau buku untuk memperoleh informasi
sekarang ini. Cukup bermodalkan gadget canggih seperti Smart Phone, PC
Tablet, dan Laptop serta koneksi internet, berbagai informasi dengan mudah
mereka dapatkan.
Keberadaan
internet membuat setiap hal terasa lebih praktis. Daripada repot membaca buku
tebal, banyak mahasiswa memilih mencari referensi melalui internet. Hal itulah
yang membuat mereka semakin bergantung pada internet dan meninggalkan buku
sebagai acuan mendapatkan informasi dan ilmu. Hal seperti ini membuat kita
merasa dimanjakan dengan teknologi yang semakin canggih dari setiap zamannya.
Kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa
dapat dilihat dari jumlah kunjungan perpustakaan kampus. Perpustakaan biasanya
akan terlihat sangat ramai apabila akan menjelang ujian karena banyak mahasiswa
untuk mencari sumber referensi untuk ujian ataupun untuk mengerjakan
tugas-tugas yang diberikan dosen yang mengharuskannya membaca.
Banyak
penyebab lain rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa, diantaranya kurangnya
lingkungan sekitar yang kondusif untuk membaca, terlalu sibuk dengan aktivitas
lain diluar contohnya saja mengikuti berbagai organisasi mahasiswa, tidak
mempunyai rasa kesadaran yang cukup tinggi pentingnya untuk membaca dan
kurangnya dalam manajemen waktu. Selain itu bisa juga pendidikan dasar dari
orang tua masing-masing yang mengajarkan sejak dini yang menanamkan budaya
membaca pada anak-anak mereka dan akan dibawa budaya membaca itu hingga kelak
tumbuh dewasa. Kendala lain minimnya
minat baca mahasiswa khususnya pada jurusan Pendidikan kewarganegaraan dan
Hukum ialah sumber buku referensi yang terkadang sulit ditemukan di
perpustakaan fakultas maupun Universitas. Hal ini membuat mahasiswa cenderung
malas dan enggan untuk mencari sumber bacaan di perpustakaan lain.
Minat
baca mempunyai peran penting agar seseorang memiliki kemampuan membaca. seperti
yang dijelaskan Tarigan (1990:107) ”minat sangat memegang peranan penting dalam
menentukan langkah yang akan kita kerjakan. Walaupun motivasinya sangat kuat,
tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang
dimotivasikan pada kita”.
Membaca
merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan memperluas cakrawala
kita. Membuka sebuah buku sama ibarat kita membuka jendela. Jika kita membuka
jendela, kita dapat melihat semua kejadian yang ada di luar kita. Begitu juga
jika kita membuka suatu buku, kita juga dapat melihat hal-hal nyata yang
terjadi di luar. Membaca sebagai proses
kognitif yang aktif dalam berinteraksi dengan tulisan dan pemahaman untuk
membangun makna. (Clark dan Silberstain dalam Simanjuntak, 1988:15). Dikatakan
juga menurut Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan
Inggris "Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok
penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca”. Buku itu ibaratnya sebuah
harta yang tak akan habis dimakan waktu, dan buku juga merupakan jendela dunia
apabila kita sering membacanya, yakinlah kesuskesan akan menghampiri. Dalam menghadapi arus
informasi yang sangat cepat, membaca merupakan kegiatan yang sangat penting.
Yah.. membaca itu memang sangat penting karena membaca merupakan kunci
seseorang dapat mengetahui segala sesuatunya. Kita juga tidak akan ketinggalan
oleh arus informasi yang begitu cepat.
Terdapat banyak sekali manfaat dari membaca buku,
diantaranya membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat
mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu sekaligus mengaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari, senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan
lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata, membaca
mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar,
mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran, membaca membantu memperbaiki rasa
percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi, dan meningkatkan
kemampuan melakukan interaksi sosial positif dimana pun dan kapan pun, membaca
membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan,
"Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan
datang", Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana
dalam menjalani kehidupan.
Akibat dari kurangnya minat baca
dikalangan mahasiswa adalah mahasiswa kurang menjadi produktif dalam menghasilkan
karya-karya intelektualnya yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan terutama
lulusan dari perguruan tinggi. Kurangnya
keterampilan dalam berbicara, berdiskusi, menulis dan mengerjakan tugas-tugas
kuliah karena kurangnya informasi dan wawasan yang diperoleh mahasiswa. Rendahnya
penerbitan buku-buku ataupun jurnal ilmiah pendidikan oleh mahasiswa,
terbentuknya kepribadian mahasiswa yang malas dan apatis terhadap perkembangan
informasi.
Tidak
mudah memang membuat mahasiswa menjadi rajin membaca buku. Membaca merupakan
kebiasaan yang terbentuk sejak dini. Agar tecipta generasi yang minat bacanya
tinggi, maka para orang tua khususnya harus menanamkan budaya baca pada anak
mereka sedari kecil. Ajari anak-anak membaca buku mulai dari bacaan ringan
seperti cerpen, dongeng dan buku cerita lainnya. Lama-kelamaan anak akan terbiasa
membaca buku. Tingkat konsentrasi mereka pun akan semakin tinggi sehingga tidak
akan merasa berat walau membaca buku yang tebal sekalipun. Jika sudah terlanjur
dewasa dan menjadi mahasiswa yang malas membaca buku, maka akan sulit merubah
kebiasaan tersebut. Salah satu hal yang akan mendorong mahasiwa membaca
biasanya karena tuntutan tugas kuliah atau memang karena dosen yang memaksa.
Minat baca mahasiswa terbentuk dari
pribadi masing-masing. Hal yang penting untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa
adalah kesadaran. Mahasiswa harus sadar bahwa membaca buku adalah kebutuhan
primer yang mutlak diperlukan agar mereka semakin berwawasan luas. Kesimpulan yang dapat
saya tarik dari uraian yang saya sampaikan yaitu, sangat banyak cara yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Yang paling utama adalah, motivasi dan
niat dari dalam hati untuk membaca.
