Cari Blog Ini

Selasa, 19 Februari 2013

Kurangnya Minat Baca di Kalangan Mahasiswa


Bagaimana jika mahasiswa dalam membaca kurang?
Kenyataan ada sisi buruk terdapat pada diri mahasiswa kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa. Tidak banyak juga mahasiswa lebih banyak menggunakan teknologi internet dibandingkan dengan membaca buku, padahal faktanya membaca buku atau literatur sumber referensi yang sangat penting bagi mahasiswa. Sayangnya, minat baca mahasiswa saat ini terlihat sangat minim. Perkembangan teknologi informasi membuat mahasiswa lebih sering mencari informasi dari internet dibanding dengan membaca buku.
            Mahasiswa sekarang umumnya lebih cenderung diperalat oleh teknologi. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa internet jauh lebih canggih dan mampu jauh lebih cepat menangkap informasi dibandingkan dengan mencari buku. Namun pernyataan seperti ini justru membuat mahasiswa menjadi malas untuk mencari buku karena media teknologi jauh lebih berperan dibandingkan pengaruh lingkungan. Perkembangan teknologi seperti internet memudahkan siapa saja mengakses informasi. Mahasiswa tidak perlu repot-repot membaca koran atau buku untuk memperoleh informasi sekarang ini. Cukup bermodalkan gadget canggih seperti Smart Phone, PC Tablet, dan Laptop serta koneksi internet, berbagai informasi dengan mudah mereka dapatkan.
            Keberadaan internet membuat setiap hal terasa lebih praktis. Daripada repot membaca buku tebal, banyak mahasiswa memilih mencari referensi melalui internet. Hal itulah yang membuat mereka semakin bergantung pada internet dan meninggalkan buku sebagai acuan mendapatkan informasi dan ilmu. Hal seperti ini membuat kita merasa dimanjakan dengan teknologi yang semakin canggih dari setiap zamannya.
            Kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa dapat dilihat dari jumlah kunjungan perpustakaan kampus. Perpustakaan biasanya akan terlihat sangat ramai apabila akan menjelang ujian karena banyak mahasiswa untuk mencari sumber referensi untuk ujian ataupun untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen yang mengharuskannya membaca.
            Banyak penyebab lain rendahnya minat baca dikalangan mahasiswa, diantaranya kurangnya lingkungan sekitar yang kondusif untuk membaca, terlalu sibuk dengan aktivitas lain diluar contohnya saja mengikuti berbagai organisasi mahasiswa, tidak mempunyai rasa kesadaran yang cukup tinggi pentingnya untuk membaca dan kurangnya dalam manajemen waktu. Selain itu bisa juga pendidikan dasar dari orang tua masing-masing yang mengajarkan sejak dini yang menanamkan budaya membaca pada anak-anak mereka dan akan dibawa budaya membaca itu hingga kelak tumbuh dewasa. Kendala lain minimnya minat baca mahasiswa khususnya pada jurusan Pendidikan kewarganegaraan dan Hukum ialah sumber buku referensi yang terkadang sulit ditemukan di perpustakaan fakultas maupun Universitas. Hal ini membuat mahasiswa cenderung malas dan enggan untuk mencari sumber bacaan di perpustakaan lain.
            Minat baca mempunyai peran penting agar seseorang memiliki kemampuan membaca. seperti yang dijelaskan Tarigan (1990:107) ”minat sangat memegang peranan penting dalam menentukan langkah yang akan kita kerjakan. Walaupun motivasinya sangat kuat, tetapi jika minat tidak ada tentu kita tidak akan melakukan sesuatu yang dimotivasikan pada kita”.
            Membaca merupakan suatu kegiatan yang dapat menambah wawasan dan memperluas cakrawala kita. Membuka sebuah buku sama ibarat kita membuka jendela. Jika kita membuka jendela, kita dapat melihat semua kejadian yang ada di luar kita. Begitu juga jika kita membuka suatu buku, kita juga dapat melihat hal-hal nyata yang terjadi di luar.  Membaca sebagai proses kognitif yang aktif dalam berinteraksi dengan tulisan dan pemahaman untuk membangun makna. (Clark dan Silberstain dalam Simanjuntak, 1988:15). Dikatakan juga menurut Thomas Babington Macaulay (1800-1859), sejarawan Inggris "Saya pilih menjadi orang miskin yang tinggal di pondok penuh buku daripada menjadi raja yang tak punya hasrat untuk membaca”. Buku itu ibaratnya sebuah harta yang tak akan habis dimakan waktu, dan buku juga merupakan jendela dunia apabila kita sering membacanya, yakinlah kesuskesan akan menghampiri. Dalam menghadapi arus informasi yang sangat cepat, membaca merupakan kegiatan yang sangat penting. Yah.. membaca itu memang sangat penting karena membaca merupakan kunci seseorang dapat mengetahui segala sesuatunya. Kita juga tidak akan ketinggalan oleh arus informasi yang begitu cepat.
Terdapat banyak sekali manfaat dari membaca buku, diantaranya membaca membangun pondasi yang kuat untuk dapat mempelajari dan memahami berbagai disiplin ilmu sekaligus mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, senang membaca meningkatkan kecerdasan verbal dan lingusitik karena membaca memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata, membaca mencegah kepikunan karena melibatkan tingkat konsentrasi lebih besar, mengaktifkan, dan menyegarkan pikiran, membaca membantu memperbaiki rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan memanajemen emosi, dan meningkatkan kemampuan melakukan interaksi sosial positif dimana pun dan kapan pun, membaca membentuk karakter dan kepribadian, sampai-sampai ada pepatah yang mengatakan, "Apa yang kita baca sekarang, seperti itulah kita 20 tahun yang akan datang", Membaca menjadikan kita lebih dewasa, lebih arif dan bijaksana dalam menjalani kehidupan.
            Akibat dari kurangnya minat baca dikalangan mahasiswa adalah mahasiswa kurang menjadi produktif dalam menghasilkan karya-karya intelektualnya yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan terutama lulusan  dari perguruan tinggi. Kurangnya keterampilan dalam berbicara, berdiskusi, menulis dan mengerjakan tugas-tugas kuliah karena kurangnya informasi dan wawasan yang diperoleh mahasiswa. Rendahnya penerbitan buku-buku ataupun jurnal ilmiah pendidikan oleh mahasiswa, terbentuknya kepribadian mahasiswa yang malas dan apatis terhadap perkembangan informasi.
            Tidak mudah memang membuat mahasiswa menjadi rajin membaca buku. Membaca merupakan kebiasaan yang terbentuk sejak dini. Agar tecipta generasi yang minat bacanya tinggi, maka para orang tua khususnya harus menanamkan budaya baca pada anak mereka sedari kecil. Ajari anak-anak membaca buku mulai dari bacaan ringan seperti cerpen, dongeng dan buku cerita lainnya. Lama-kelamaan anak akan terbiasa membaca buku. Tingkat konsentrasi mereka pun akan semakin tinggi sehingga tidak akan merasa berat walau membaca buku yang tebal sekalipun. Jika sudah terlanjur dewasa dan menjadi mahasiswa yang malas membaca buku, maka akan sulit merubah kebiasaan tersebut. Salah satu hal yang akan mendorong mahasiwa membaca biasanya karena tuntutan tugas kuliah atau memang karena dosen yang memaksa.
            Minat baca mahasiswa terbentuk dari pribadi masing-masing. Hal yang penting untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah kesadaran. Mahasiswa harus sadar bahwa membaca buku adalah kebutuhan primer yang mutlak diperlukan agar mereka semakin berwawasan luas. Kesimpulan yang dapat saya tarik dari uraian yang saya sampaikan yaitu, sangat banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca. Yang paling utama adalah, motivasi dan niat dari dalam hati untuk membaca.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar